Selasa, 12 April 2016

Macam Sistem Tekanan Pada Alat Pemadam Api Berat (APAB)

Alat Pemadam Api Berat (APAB) sebenarnya memiliki prinsip kerja yang sama dengan APAR atau Alat Pemadam Api Ringan. Namun APAB diperuntukan untuk area yang lebih luas (50m) dibandingkan hanya sebuah dapur atau lingkungan yang sempit. Dikarenakan dari ukurannya APAR memiliki ukuran dimulai dari 1kg-9kg sedangkan APAB memiliki ukuran dari 20kg-100kg. Dengan ukuran berat yang lebih dari APAR maka APAB mampu untuk memadamkan kebakaran yang cukup besar. Dalam penggunaannya APAB sebaiknya dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Isi atau media dari APAB terdiri dari Foam AFFF (Aqueoues Film Forming Foam) dan Dry Chemical Powder. Umumnya APAB digunakan pula untuk memadamkan kebakaran hutan. Dengan isi yang banyak maka APAB mampu membantu memadamkan api penyebab kebakaran hutan tanpa merusak tanah dan meninggalkan residu. Untuk Foam AFFF dapat memadamkan tipe apiA (Benda Padat), B (Benda Cair), dan D (Logam). Untuk Dry Chemical Powder dapat memadamkan tipe api A, B dan C (Benda Gas).
Foam AFFF memiliki tingkat efektif yang tinggi untuk memadamkan zat cair yang terbakar, namun memiliki sifat kondusif atau mampu menghantarkan listrik. Dry Chemical Powder merupakan media yang berbentuk bubuk kimia kering dan non toxic atau tidak beracun bagi manusia, hewan dan tumbuhan. Perbedaannya Dry Chemical Powder tidak menghantarkan listrik dan bubuk pertikelnya mampu menahan panas.
Umumnya ada 2 sistem tekanan yang digunakan pada APAB yaitu Catridge System dan Stored Preassure System. Kedua sistem ini memiliki kelebihan serta kekurangan yang dapat anda baca dibawah ini.

Alat Pemadam Api Berat – Catridge System

alat pemadam api berat
Catridge System merupakan alat pemadam api yang memanfaatkan catridge sebagai alat yang memberikan tekanan untuk mengeluarkan media yang berada di dalam tabung pemadam. Umumnya isi dari catridge adalah Carbon Dioksida CO2. Catridge yang diletakan di dalam tabung sangat aman dan akan berfungsi saat tabung pemadam api digunakan.
Membran catridge yang telah robek akan mengeluarkan tekanan gas ke tabung pemadam dan akan mendorong media tabung dari dalam hingga keluar dari tabung. Untuk tabung dengan Catridge System lebih mudah untuk dilakukan isi ulang, dikarenakan gas pendorong tetap terkunci di dalam catridge. Hal tersebut juga membuat minimnya terjadi penggumpalan media tabung pemadam.
Namun kelemahan dari Catridge System adalah tidak diketahui secara pasti angka tekanan di dalam tabung. Periksakan selalu tabung pemadam api setiap bulan dan pengecekan secara kesuluruhan setiap 1 tahun. Umumnya tetap terjadi penggumpalan media dan turunnya tekanan gas di dalam catridge. Catridge system juga hanya dapat digunakan 1 kali karena tekanan gas akan berkurang walaupun anda hanya sedikit memakainya.

Alat Pemadam Api Berat – Store Pressure System

Lain halnya dengan Catridge System jenis kedua ini merupakan Store Pressure System yang menggunakan cara mengisi tekanan secara langsung ke dalam tabung dengan meningkatkan tekanan gas tanpa memanfaatkan catridge. Cara kerjanya adalah dengan membuka katup ketika melakukan tekanan gas ke dalam tabung dan menutup kembali katup ketika tekanan gas di dalam tabung sudah sesuai dengan standar.
Dikarenakan menggunakan Store Pressure System maka tabung pemadam api yang anda gunakan dapat dikontrol pemakaiannya. Tabung pemadam api ini juga dapat anda gunakan berkali-kali dengan media Powder dan Foam. Namun selalu perhatikan tekanan pada tabung sebelum anda menggunakannya (sebaiknya jarum petunjuk di area hijau).
Kelemahan Store Pressure System adalah bila tekanan gas tidak menggunakan N2 maka tabung pemadam harus diangkat terbalik setiap bulannya demi menghindari terjadinya penggumpalan media di dalam tabung (Powder).
Demikianlah artikel mengenai macam sistem Alat Pemadam Api Berat (APAB).  Lebih lengkapnya mengenai perlengkapan alat pemadam api bisa anda kunjungi di sevvron.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar